LHOKSEUMAWE, 4 Juni 2026 – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Lhokseumawe menghadiri kegiatan Kenduri Blang yang diselenggarakan oleh masyarakat Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Blang Mangat. Dalam kegiatan tersebut, TAPM Kota Lhokseumawe diwakili oleh Faurizal, S.T., M.M. yang didampingi oleh Juanda selaku Pendamping Desa Kecamatan Blang Mangat. Kehadiran keduanya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Menurut hasil pantauan media ini, kegiatan Kenduri Blang juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Blang Mangat. Tampak hadir Camat Blang Mangat, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kasi Pemberdayaan Masyarakat Gampong (PMG), serta sejumlah staf Kantor Camat Blang Mangat. Selain itu, unsur TNI dan Polri juga turut hadir, di antaranya Danramil bersama Babinsa serta Kapolsek bersama Bhabinkamtibmas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung serta melestarikan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Kegiatan Kenduri Blang tahun ini dilaksanakan di kawasan perbukitan Gampong Ujong Pacu dengan suasana yang sejuk dan penuh kebersamaan. Lokasi pelaksanaan yang berada di alam terbuka menambah kekhidmatan acara yang dihadiri oleh aparatur gampong, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan masyarakat dari berbagai dusun di gampong tersebut.
Kenduri Blang merupakan tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus doa bersama menjelang dimulainya musim tanam padi. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga serta memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung aktivitas pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Selanjutnya, para peserta mengikuti prosesi kenduri dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Suasana penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mencerminkan kuatnya nilai-nilai sosial dan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat Gampong Ujong Pacu.
Dalam kesempatan tersebut, Faurizal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Gampong dan seluruh masyarakat Ujong Pacu yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Kenduri Blang. Menurutnya, tradisi seperti ini tidak hanya memiliki nilai religius dan budaya, tetapi juga menjadi modal sosial yang penting dalam pembangunan gampong karena mampu memperkuat kebersamaan, partisipasi, dan semangat gotong royong masyarakat.
"Tradisi Kenduri Blang merupakan salah satu warisan budaya yang perlu terus dijaga. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kemajuan gampong," ujarnya.
Melalui pelaksanaan Kenduri Blang ini, masyarakat berharap musim tanam tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, terhindar dari berbagai kendala, serta menghasilkan panen yang melimpah dan membawa keberkahan bagi seluruh warga. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal tetap relevan dan mampu menjadi perekat sosial dalam mewujudkan pembangunan gampong yang berkelanjutan.