![]() |
| Peserta Rembuk Stunting Khidmad Mendengarka Materi yang disampaikan oleh Narasumber |
LHOKSEUMAWE – Pemerintah Gampong Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di tingkat gampong, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Pertemuan Gampong Ulee Jalan tersebut dihadiri unsur pemerintah gampong, Tuha Peut, kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Korcam P3MD Kecamatan Banda Sakti, serta Pendamping Desa.
Keuchik Gampong Ulee Jalan Sulaiman dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah gampong, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga sasaran menjadi kunci dalam mencegah lahirnya generasi yang mengalami stunting.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Banda Sakti yang diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam)Alkhalidi Dosty, S.STP. menyampaikan materi tentang kebijakan dan dukungan pemerintah kecamatan dalam percepatan penurunan stunting. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe telah memiliki komitmen kuat melalui berbagai regulasi dan program inovasi.
![]() |
| Narasumber Foto Bersama dengan Peserta Rembuk |
“Pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 32 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi. Selain itu, juga telah dilaksanakan berbagai inovasi seperti Program Bapak Asuh dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING),” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Banda Sakti Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M menyampaikan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, periode 1.000 HPK merupakan masa yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak sehingga membutuhkan perhatian khusus dari keluarga.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita, termasuk penerapan pola makan bergizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat guna mencegah terjadinya stunting.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kota Lhokseumawe selaku PIC Stunting Faurizal, S.T., M.M memaparkan berbagai regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan percepatan penurunan stunting, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Ia juga menekankan pentingnya mengawal dan mengadvokasi seluruh usulan kegiatan hasil rembuk agar dapat masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan gampong.
![]() |
| Prosesi Penandatanganan Komitmen Bersama, Mengawal hasil rembuk masuk dalam dokumen perencanaan dan Penganggaran tahun 2027 |
Usai penyampaian materi, peserta melakukan diskusi dan identifikasi berbagai persoalan yang masih menjadi penyebab stunting di Gampong Ulee Jalan. Berbagai masukan dan usulan kegiatan disampaikan peserta sebagai upaya memperkuat intervensi percepatan penurunan stunting di tingkat gampong.
Dari hasil musyawarah, peserta menyepakati salah satu perioritas Penyuluhan Gizi Seimbang dan Pola Asuh bagi Keluarga Sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai salah satu kegiatan prioritas yang akan diusulkan dalam perencanaan pembangunan gampong. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga sasaran mengenai pola pengasuhan dan pemenuhan gizi yang tepat bagi anak.
Kegiatan rembuk yang dipandu oleh Kasi. PMG Kecamatan Banda Sakti Badruzzaman, S.Sos ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Rembuk Stunting dan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting oleh pemerintah gampong, kader, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting di Gampong Ulee Jalan.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sekaligus mendukung pencapaian target percepatan penurunan stunting di Kecamatan Banda Sakti.


