Blang Naleung Mameh Gelar Pelatihan Terpadu P3S Pertama di Aceh

 

Peserta, fasilitator dan Panitia Pelatihan foto bersama usai pembagian Sertifikat Pelatihan

LHOKSEUMAWE - Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, menggelar Pelatihan Terpadu Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) dengan menggunakan Kurikulum dan Silabus Modul Bimbingan Teknis Terpadu Pelaku Desa serta Modul Khusus Kader Pembangunan Manusia (KPM). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, ini menjadi pelaksanaan perdana pelatihan terpadu P3S berbasis modul tersebut di Aceh.


Kegiatan yang dipusatkan di Aula Pertemuan Gampong Blang Naleung Mameh tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas para pelaku desa yang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Pelatihan ini dilaksanakan dengan pendekatan terpadu, sehingga berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan konvergensi stunting dapat memperoleh pemahaman yang sama mengenai tugas, peran, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan di tingkat gampong.


Pj. Keuchik Gampong Blang Naleung Mameh, Ibnu Azhari, dalam laporan panitia pada sesi pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur pelaku desa. Peserta terdiri dari 3 orang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), 1 orang Kader Pembangunan Manusia (KPM), 3 orang Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta 17 orang Kader Posyandu.


Menurut Ibnu Azhari, keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bagian penting dalam membangun kerja bersama di tingkat gampong. Pencegahan dan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, sehingga masing-masing unsur perlu memiliki pemahaman yang baik terhadap tugas dan perannya serta mampu membangun koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Pelaksanaan pelatihan juga mendapat dukungan dari Kecamatan Muara Satu. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Camat Muara Satu, Elvina Zuraini, yang didampingi Kasi PMG Kecamatan Muara Satu, Rahmi. Kehadiran unsur kecamatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas kader dan pelaku desa dalam memperkuat pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting.


Untuk mendukung proses pembelajaran, kegiatan menghadirkan sejumlah fasilitator yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang masing-masing. Faurizal, S.T., M.M., yang merupakan PIC P3S dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat P3MD Kota Lhokseumawe, bertindak sebagai Master of Training (MOT). Fasilitator lainnya yaitu Ir. Yusak selaku Korkot P3MD Kota Lhokseumawe, Ernita, SKM selaku Koordinator Kader Posyandu Kecamatan Muara Satu, Zuraiza, S.Tr.Keb. dari PLKB Kecamatan Muara Satu, serta Asmidar selaku Ketua Forum KPM Kota Lhokseumawe.


Menurut Master of Training Faurizal, pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan pola fasilitasi secara tandem. Para fasilitator secara bersama-sama memandu peserta mulai dari pre-test, proses pembelajaran, pendalaman materi, diskusi, hingga post-test. Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan tujuh pokok bahasan yang telah disusun dalam kurikulum dan silabus pelatihan.


“Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana peserta memahami dan mampu menghubungkan materi dengan tugas yang mereka laksanakan di tingkat gampong,” ujar Faurizal dalam penjelasannya.


Materi yang diberikan dalam pelatihan mengacu pada Modul Bimbingan Teknis Terpadu Pelaku Desa dan Modul Khusus Kader Pembangunan Manusia yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2025.


Penggunaan modul tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pelatihan karena seluruh proses pembelajaran diarahkan berdasarkan kurikulum dan silabus yang telah disusun. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan materi berdasarkan pengalaman fasilitator, tetapi juga memperoleh pembelajaran yang mengacu pada bahan pembelajaran yang telah ditetapkan.


Sebelum pelatihan dilaksanakan, para fasilitator terlebih dahulu melakukan pembelajaran dan pendalaman modul secara bersama-sama maupun secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman terhadap materi, tujuan pembelajaran, serta metode yang akan digunakan dalam proses pelatihan.


Persiapan tersebut juga memungkinkan para fasilitator untuk saling melengkapi dalam penyampaian materi. Masing-masing fasilitator dapat memberikan penguatan sesuai dengan bidang dan pengalaman yang dimiliki, sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai pelaksanaan P3S di tingkat gampong.


Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta. Selanjutnya peserta mengikuti proses pembelajaran yang mencakup tujuh pokok bahasan sesuai kurikulum dan silabus. Dalam proses tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mendalami berbagai materi yang berkaitan dengan peran masing-masing unsur dalam mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting.


Pada akhir pembelajaran, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran. Melalui tahapan tersebut, diharapkan dapat diketahui sejauh mana pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian materi pelatihan.


Pelatihan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kerja antara TPPS, KPM, TPK, Kader Posyandu, pemerintah gampong, serta unsur pendukung lainnya. Masing-masing unsur memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, namun seluruhnya memiliki keterkaitan dalam mendukung keberhasilan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.


KPM, misalnya, memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan konvergensi di tingkat desa melalui pendataan, pemantauan, serta penguatan koordinasi. TPK memiliki peran dalam pendampingan keluarga, sementara Kader Posyandu berhubungan langsung dengan pelayanan dan pemantauan sasaran di masyarakat. Di sisi lain, TPPS memiliki peran dalam memperkuat koordinasi dan memastikan berbagai upaya yang dilakukan dapat berjalan secara terpadu.


Karena itu, kesamaan pemahaman antarpelaku menjadi salah satu hal yang penting. Dengan adanya pelatihan terpadu, setiap unsur diharapkan dapat memahami posisi dan perannya serta mampu bekerja secara bersama-sama dalam mendukung pencapaian tujuan P3S.


Pelaksanaan kegiatan di Gampong Blang Naleung Mameh juga menunjukkan adanya komitmen pemerintah gampong dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu investasi penting agar berbagai program yang dilaksanakan di tingkat gampong dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.


Kegiatan yang berlangsung pada penghujung September 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam memperkuat koordinasi, pendataan, pemantauan layanan, pendampingan keluarga, serta pelaksanaan berbagai intervensi yang berkaitan dengan pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

 

Pelatihan Terpadu P3S di Gampong Blang Naleung Mameh menjadi pengalaman penting bagi seluruh peserta dan fasilitator. Selain menjadi ruang pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman dan membangun komitmen bersama di tingkat gampong.


Dengan semakin kuatnya kapasitas TPPS, KPM, TPK, dan Kader Posyandu, diharapkan pelaksanaan P3S di Gampong Blang Naleung Mameh dapat semakin terarah. Kolaborasi antara pemerintah gampong, kader, pendamping, kecamatan, serta unsur terkait lainnya diharapkan terus terjaga sehingga upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara terpadu, konsisten, dan berkelanjutan.

 

Pelaksanaan pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari proses membangun budaya belajar bersama di tingkat gampong. Dari ruang pelatihan di Blang Naleung Mameh, para pelaku desa memperkuat pengetahuan, menyamakan persepsi, dan mempersiapkan diri untuk menjalankan peran masing-masing dalam mendukung pembangunan manusia dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama