Tujuh Pilar Sukses Membangun BUMDes Yang Mandiri dan Berdaya Saing
Oleh : Faurizal, S.T., M.M
![]() |
Faurizal, S.T., M.M (TAPM Kota Lhokseumawe) |
Pilar pertama adalah komitmen waktu dan tanggung jawab penuh dari para pengurus. Pengelolaan BUMDes tidak bisa dilakukan secara setengah hati; pengurus perlu mencurahkan waktu dan tenaga untuk memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan dengan baik. Pilar kedua ialah semangat untuk menyejahterakan masyarakat melalui BUMDes. Pengurus harus memiliki motivasi kuat membangun ekonomi bersama, bukan semata mencari keuntungan pribadi. Jiwa kewirausahaan sosial harus menjadi arah utama dalam setiap langkah usaha.
Pilar ketiga yaitu keteguhan sikap terhadap intervensi pihak luar yang tidak sesuai aturan. Integritas dan keberanian menjadi modal penting agar BUMDes tetap berjalan sesuai prinsipnya. Pilar keempat adalah kemampuan memahami regulasi dan tata kelola keuangan. Pengurus perlu memahami peraturan, termasuk Permendesa Nomor 3 Tahun 2021, sebagai pedoman dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha.
Pilar kelima berkaitan dengan dukungan dan sinergi antara Pemerintah Gampong, Tuha Peut, dan masyarakat. Keterlibatan semua unsur menjadi kunci bagi BUMDes agar dapat tumbuh bersama dan dipercaya publik. Pilar keenam adalah kemampuan menggali serta mengelola potensi lokal menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi.
Pilar terakhir ialah semangat inovasi dan kemitraan strategis. Di tengah perkembangan teknologi, BUMDes perlu beradaptasi, memperluas jejaring, dan membuka kerja sama lintas sektor. Bila ketujuh pilar ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, BUMDes akan menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, transparan, dan menjadi kebanggaan Gampong.
