Rakor TPP Lhokseumawe Soroti Pengaktifan Kantor Geuchik di Gampong

Rapat Koordinasi Bulanan TPP Kota Lhokseumawe


LHOKSEUMAWE - Persoalan belum optimalnya pemanfaatan kantor geuchik sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan masyarakat menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kota Lhokseumawe, Kamis (17/9/2026).


Isu tersebut muncul dalam sesi diskusi yang dipandu oleh TAPM Kota Lhokseumawe, Faurizal, S.T., M.M. Dalam sesi tersebut, Pendamping Desa (PD) Kecamatan Muara Dua, Dahlan, menyampaikan pengalaman dan pengamatannya selama mendampingi gampong di sejumlah kecamatan di Kota Lhokseumawe.


Dahlan mengusulkan agar TPP bersama pemerintah daerah dapat mendorong seluruh gampong untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan kembali kantor geuchik. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kantor geuchik yang aktivitas pelayanannya belum berjalan optimal, khususnya setelah pukul 13.00 WIB.


Kondisi tersebut, kata Dahlan, berdampak pada masyarakat maupun pendamping ketika membutuhkan tempat untuk melakukan pelayanan administrasi, pertemuan, maupun kegiatan pendampingan. Dalam kondisi tertentu, kegiatan akhirnya harus dilakukan di tempat lain, seperti rumah geuchik, rumah sekretaris gampong, bahkan warung kopi.


“Padahal ada beberapa gampong yang kantornya sudah aktif dan dapat menjadi contoh bagi gampong lainnya,” kata Dahlan dalam diskusi tersebut.


Menanggapi gagasan tersebut, Faurizal mengatakan bahwa persoalan pengaktifan kantor geuchik bukan merupakan hal yang baru dibahas. TAPM, kata dia, telah melakukan pembicaraan dan mendorong sejumlah pihak untuk mencari pola yang tepat dalam mengoptimalkan fungsi kantor geuchik.


Faurizal menjelaskan, upaya tersebut tidak cukup dilakukan melalui pendekatan reguler, tetapi membutuhkan inovasi dan strategi khusus. Menurutnya, pembahasan mengenai hal tersebut sebelumnya juga telah dikomunikasikan bersama Kepala Bidang Bina Keuangan dan Gampong DPMG Kota Lhokseumawe.


Ia menilai momentum pemilihan geuchik serentak yang akan berlangsung dalam waktu dekat dapat menjadi salah satu kesempatan untuk kembali mendorong penguatan fungsi kantor geuchik. Geuchik yang nantinya terpilih diharapkan dapat menjadikan kantor geuchik sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat di gampong.


“Momentum ini perlu dimanfaatkan bersama. Pemerintah daerah, DPMG, kecamatan dan TPP dapat berkolaborasi untuk mendorong gampong-gampong yang selama ini belum optimal mengaktifkan kantornya,” ujar Faurizal.


Senada dengan hal tersebut, Koordinator P3MD Kota Lhokseumawe, Ir. Yusyak, mengatakan bahwa pengaktifan kantor geuchik juga perlu menjadi perhatian bersama. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Kepala DPMG Kota Lhokseumawe untuk membahas upaya mendorong optimalisasi fungsi kantor geuchik di gampong.


Menurut Yusyak, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, DPMG, kecamatan, pemerintah gampong dan TPP agar upaya tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم