BUMDes Kuat, Gampong Bermartabat: Antara Komitmen dan Tata Kelola

Oleh : Faurizal, S.T., M.M



Dalam banyak diskusi tentang pembangunan gampong, BUMDes kerap disebut sebagai salah satu instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua BUMDes mampu berkembang sesuai harapan. Salah satu persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian adalah soal totalitas dan komitmen pengelola.

Mengelola BUMDes bukanlah pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan sekadarnya. Ia menuntut waktu, energi, dan keseriusan layaknya mengelola usaha profesional. Ketika pengurus hanya menjadikan BUMDes sebagai aktivitas sambilan, maka yang lahir bukanlah pertumbuhan, melainkan stagnasi. Sebaliknya, jika pengelola memiliki dedikasi penuh, memahami arah usaha, dan fokus pada pengembangan, maka peluang BUMDes untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi gampong akan jauh lebih besar.

Ada sebuah prinsip sederhana namun sering diabaikan: jika BUMDes ingin menjadi sumber kesejahteraan, maka ia harus terlebih dahulu sehat dan “kaya” secara usaha. Dalam arti, mampu menghasilkan keuntungan, memperluas unit usaha, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika BUMDes kuat, maka gampong pun akan ikut kuat—bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam hal kemandirian dan martabat.

Namun, komitmen saja tidak cukup. Tata kelola yang baik adalah fondasi utama. Pengurus BUMDes harus bekerja dalam koridor aturan yang jelas, berpedoman pada AD/ART, serta menjalankan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. Laporan keuangan yang tertib dan terbuka bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi alat untuk membangun kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan, sekuat apa pun modal yang dimiliki, BUMDes akan sulit berkembang.

Pada akhirnya, masa depan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang digelontorkan, tetapi oleh kualitas pengelolaan dan integritas pengurusnya. Sudah saatnya BUMDes tidak lagi dipandang sebagai pelengkap administrasi desa, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi yang dikelola secara profesional. Karena ketika BUMDes dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin ia menjadi jalan bagi lahirnya gampong yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat. (Faurizal, S.T., M.M adalah TAPM Kota Lhokseumawe)


إرسال تعليق (0)
أحدث أقدم